Aplikasi OVO Pakai Sistem Keamanan Berlapis, Autentikasi hingga Deteksi Fraud

4 hours ago 22

Aplikasi OVO Pakai Sistem Keamanan Berlapis, Autentikasi hingga Deteksi Fraud

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

OVO meminta masyarakat waspada modus penipuan digital. Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan transksi digital diikuti oleh risiko dan berbagai modus penipuan, seperti social engineering, penyalahgunaan OTP, pengambilalihan akun, tautan palsu, hingga malware.

Karena itu, perlindungan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga pada sistem keamanan aplikasi yang bekerja secara berlapis.

Menjawab kebutuhan tersebut, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank  Asep Haekal mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem keamanan aplikasi melalui tiga pilar utama, yaitu perlindungan autentikasi di sisi pengguna, Fraud Detection System (FDS), dan inovasi kecerdasan buatan (AI) yang bekerja di balik layar.

“Ketiga pilar ini dirancang untuk membantu melindungi akun, data pribadi, serta kelancaran transaksi pengguna di ekosistem OVO,” ujar Asep Haekal.

Komitmen OVO dalam melindungi data nasabah secara komprehensif juga dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan meraih sertifikasi berstandar internasional tertinggi, yaitu ISO 27001:2022 untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System) serta ISO 27701:2019 untuk Sistem Manajemen Informasi Privasi (Privacy Information Management System). 

Asep Haekal menegaskan pengakuan global ini menegaskan bahwa OVO menerapkan standar tata kelola data yang ketat dan aman.

“Serta selaras dengan amanat ketentuan siber dan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia,” kata Asep Haekal.

Berikut adalah tiga pilar keamanan OVO yang perlu diketahui pengguna, beserta fitur perlindungan di dalamnya:

Perlindungan transaksi tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga pada sistem keamanan aplikasi yang bekerja secara berlapis.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |