jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aparat kepolisian akhirnya membuka Jalan Gubernur Suryo seusai massa aksi demonstrasi Indonesia Sekarat yang digelar di Grahadi Surabaya ricuh, Jumat (26/6) malam.
Pantauan JPNN, sekitar pukul 19.58 polisi memukul mundur massa aksi yang menamai dirinya Front Anti Kapitalisme.
Upaya membubarkan massa itu dilakukan hingga ke daerah Alun-alun Surabaya.
Sementara itu, arus lalu lintas sudah bisa dilalui oleh pengendara roda dua hingga roda empat.
Dalam aksi ini, massa membawa 11 tuntutan. Salah satunya, terkait kebutuhan pokok yang terus mencekik.
Adapun 11 tuntutan yang disuarakan:
1.Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM.
2.Hentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
3.Cabut UU Polri dan UU TNI
4.Ciptakan Lapangan Kerja yang Layak 5.Bubarkan Komando Teritorial dan Hentikan Keterlibatan TNI dalam Ranah Sipil.
6.Hentikan Reklamasi Surabaya Waterfront Land.
7.Bebaskan Seluruh Tahanan Politik dan Pulihkan Nama Baik Tahanan Politik.
8.Prioritaskan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan.
9.Ciptakan dan Perbanyak Transportasi Umum yang Layak, Inklusif, dan Gratis.
10.Bubarkan Parlemen dan Bangun Kuasa Rakyat
11.Akhiri Kepemilikan Pribadi Atas Alat-alat Produksi. (mcr23/jpnn)






































