jpnn.com, MALANG - Kredit Pintar bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui kampanye “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” menghadirkan program Financial Literacy Series di Universitas Islam Malang pada Rabu (24/6).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda menjadi pengguna layanan keuangan yang lebih cerdas, kritis dan bertanggung jawab.
“Di tengah berbagai tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa, pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya soal besar atau kecilnya uang saku, melainkan bagaimana mengalokasikannya secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih sejahtera," ujar Puji Sukaryadi selaku Head of Brand & Communications Kredit Pintar.
Dalam sesi edukasi, peserta diperkenalkan pada metode pengelolaan keuangan 50/30/20, yaitu alokasi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan maupun investasi.
Pendekatan sederhana ini diharapkan bisa membantu mahasiswa membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan.
Mahasiswa juga diajak untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya berpikir kritis sebelum melakukan pengeluaran.
Salah satu prinsip yang ditekankan adalah kemampuan untuk mengevaluasi setiap keputusan finansial: apakah pengeluaran tersebut memberikan nilai tambah jangka panjang atau hanya kepuasan sesaat.
Di sisi lain, penggunaan pinjaman daring sebagai bagian dari layanan keuangan digital juga menjadi topik penting dalam edukasi ini.









































