Apa Motif Anggota BAIS TNI Menyiram Aktivis KontraS dengan Air Keras?

6 hours ago 17

Apa Motif Anggota BAIS TNI Menyiram Aktivis KontraS dengan Air Keras?

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Arsip foto - Komandan Pusat Polisi Militer (Danspuspom) TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto usai menggelar upacara Penegakan dan Ketertiban dan Operasi Yustisi Polisi Militer di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/2/2025). ANTARA/Walda Marison

jpnn.com - Penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diduga melibatkan empat anggota Denma BAIS TNI.

Denma BAIS merupakan singkatan dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis.

Apa Motif Anggota BAIS TNI Menyiram Aktivis KontraS dengan Air Keras?Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026). ANTARA/Ilham Kausar/aa.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menyatakan telah menahan empat personel TNI atas dugaan keterlibatan dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.

"Sekarang yang diduga keempat tersangka ini sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan," kata Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Mayjen Yusri juga mengonfirmasi bahwa keempat orang yang ditahan Puspom TNI tersebut adalah anggota TNI yang berdinas di Denma BAIS TNI.

Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.

"Kami sampaikan bahwa keempat yang diduga pelaku ini semuanya anggota dari Denma BAIS TNI ya. Jadi, bukan dari satuan mana-mana, tapi dari Denma BAIS TNI," ujarnya.

Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto bilang begini ditanya motif anggota Denma BAIS TNI menyiram air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |