jpnn.com, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak seluruh lembaga negara untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menegaskan bahwa serangan brutal ini bukan sekadar aksi kriminal terhadap individu, melainkan teror yang sengaja menyasar kondisi psikologis masyarakat sipil secara luas.
Menurut Jane, serangan terhadap Andrie tidak hanya menyerang subjek tunggal, tetapi juga menyerang psikis maupun kondisi psikologis masyarakat sipil secara luas.
"Ini dapat diduga sebagai bagian upaya sistematis untuk membungkam mereka yang berani mengungkapkan fakta, menantang impunitas, mengritik kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan hari ini," ucap Jane dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Dia menuturkan para pelaku mungkin mengira dengan menyiram wajah Andrie dengan air keras maka KontraS akan mundur.
Kendati demikian, Jane menegaskan bahwa meski wajah Andrie disiram air keras, namun justru muncul perlawanan yang semakin berlipat ganda.
"Luka dan trauma yang dialami kawan kami itu hadir sepenuhnya di hadapan publik, sementara sumber atau aktor yang menyebabkan kekerasan tetap berada di luar jangkauan penglihatan," tuturnya.
Untuk itu, Jane mengajak seluruh pihak untuk terus mengawal kasus tersebut agar diusut secara tuntas lantaran tidak bisa dilihat sebagai bentuk tindak pidana biasa, tetapi bisa dikonstruksikan sebagai sebuah kejahatan hak asasi manusia yang ditampilkan untuk membongkar adanya infrastruktur kejahatan sistematis dan terorganisir.










































