jpnn.com, PALEMBANG - Polda Sumatra Selatan (Sumsel) menyiagakan 2.361 personel gabungan untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Selain itu, kepolisian juga menyiapkan 73 pos pengamanan yang terdiri dari 40 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu yang tersebar di jalur utama mudik, pusat keramaian masyarakat, serta kawasan objek vital.
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menegaskan Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi pengamanan lalu lintas, melainkan operasi kemanusiaan yang berfokus pada pelayanan dan perlindungan masyarakat selama bulan Ramadan dan perayaan Idulfitri.
Operasi tersebut mencakup pengamanan kegiatan ibadah Ramadan, perayaan Idulfitri, arus mudik dan arus balik, hingga aktivitas masyarakat selama masa libur Lebaran.
"Personel kepolisian akan ditempatkan secara terukur di berbagai titik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, termasuk jalur tol, jalur arteri, jalur lintas timur, jalur lintas tengah, serta sejumlah jalur alternatif," tegas Sandi, Sabtu (14/3).
Kapolda juga mengarahkan agar seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan difungsikan secara maksimal sebagai pusat layanan terpadu bagi masyarakat.
Setiap pos akan menyediakan berbagai layanan, antara lain pelayanan keamanan, layanan kesehatan, informasi perjalanan dan bantuan darurat bagi pemudik.
"Kehadiran ruas tol yang difungsionalkan selama masa mudik tahun ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di jalur arteri dan mempercepat mobilitas masyarakat," kata Sandi.










































