Konon, Potongan Aplikator ke Ojol Dipangkas, Semula 20 Persen Menjadi 8

2 hours ago 15

Konon, Potongan Aplikator ke Ojol Dipangkas, Semula 20 Persen Menjadi 8

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pemerintah bakal menyesuaikan potongan untuk aplikator dalam ekosistem transportasi daring menjadi hanya delapan persen. Foto: dok.Gojek

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan pemerintah bakal menyesuaikan potongan untuk aplikator dalam ekosistem transportasi daring menjadi hanya delapan persen.

Hal demikian dikatakan Dasco ketika menerima perwakilan buruh saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5).

"Paling pertama itu kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau sepuluh, ini sehingga aplikator hanya akan mengambil delapan persen dari yang dikumpulkan," kata dia, Jumat.

Diketahui, tuntutan buruh dalam May Day 2026 ini satu di antaranya meminta penurunan potongan tarif ojek online atau ojol menjadi sepuluh persen dari sebelumnya 20.

Belakangan, Presiden RI Prabowo Subianto meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 membuat potongan ojol berubah dari 20 menjadi delapan persen.

Dasco menuturkan pemerintah selain memerhatikan sisi potongan, memandang pula isu status pengemudi ojol dalam ekosistem transportasi daring.

"Tadi pembahasan-pembahasan mengenai apakah kemudian jadi pekerja, jadi mitra, itu masih disimulasikan," kata pria yang pernah dipanggil Prabowo dengan sebutan Don Dasco itu.

Dia mengatakan pemerintah dalam merancang aturan status pengemudi ojol akan mengajak bicara para stakeholder. 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan pemerintah bakal menyesuaikan potongan menjadi hanya delapan persen.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |