jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertamax.
Teddy mengatakan Pertamax merupakan BBM nonsubsidi.
Karena itu, Pertamina menjual Pertamax mengikuti harga minyak dunia.
"Harga minyak dunia naik drastis sejak Maret, tetapi pemerintah sudah menahan kenaikan selama berbulan-bulan," kata Teddy saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (13/6).
Teddy juga menegaskan pemerintah menjamin tidak ada kenaikkan harga BBM nonsubsidi.
"Pertamax adalah BBM nonsubsidi. Artinya, harga Pertamax harus mengikuti harga minyak dunia. Apa saja BBM bersubsidi? Pertalite dan Solar. Harga BBM subsidi tidak naik," kata dia.
Kendati demikian, Teddy mengaku BBM nonsubsidi di Indonesia masih lebih murah dibandingkan dengan BBM RON 92/95 di beberapa negara Asia Tenggara.
Teddy memaparkan harga BBM RON 92/95 di Filipina Rp 22.158 per liter, Laos Rp 31.945 per liter, Thailand Rp 28.910 per liter, Myanmar Rp 25.085 per liter, dan Singapura Rp 42.971 per liter.







































