jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan masyarakat dari berbagai elemen menggelar aksi damai bertajuk Rakyat Surabaya Menggugat di Taman Apsari atau di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (15/6) sore.
Pantauan JPNN sejumlah massa membawa poster yang berisi tuntutan. Mulai dari protes kenaikan BBM, 19 juta lapangan pekerjaan, hingga meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Satu persatu massa aksi melakukan orasi, mereka menyatakan kekecewaan atas kebijakan pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabumingraka.
Selain itu, massa aksi juga memberikan kesempatan pedagang sekitar hingga pengemudi ojek online (ojol) untuk ikut menyuarakan kekecawaan mereka.
Koordinator Lapangan Aksi Aliansi Surabaya Mengguggat Muhammad Ichsan Aditya, mengatakan, ada 8 tuntutan paling krusial disampaikan sebagai bentuk respons kekecewaan, terhadap pemerintah.
Salah satunya Undang Undang Polri disahkan secara ugal-ugalan, kemudian UU TNI tahun 2025, dianggap menjadi karpet merah bagi praktik militerisme semakin meluas dan masif.
“Tentunya juga menanggapi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis,dan Koperasi Desa Merah Putih, dan segala program pemerintahan yang dilakukan tidak secara melalui perencanaan matang, atau proses riset akademik,” ujarnya.
Dia juga menyoroti program MBG, lantaran telah menginflasi APBN, serta berdampak ke sektor pendidikan, maupun aspek penting lainnya.




































