jpnn.com - Saya belum pernah membaca buku terkenal ini: Shahnameh. Saya ingin membacanya tapi sulit mendapatkannya.
Anda sudah tahu: Shahnameh memang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris: The Persian Book of Kings. Ada juga terjemahan dengan judul lain: saya sulit memilih yang mana; yang diterjemahkan oleh siapa.

Saya harus bertemu dulu dengan orang yang pernah membacanya –dalam bahasa aslinya: Persia. Akhirnya saya bertemu si dia: Afifah Ahmad. Wanita Bandung asal Semarang yang tumbuh sebagai anak-anak di Purwakarta.
Afifah lulusan sastra Parsi dari Az-Zahra University, Teheran. Di sana Afifah masuk S-1 sampai S-2. Itulah universitas khusus untuk perempuan. Program studinya banyak; mulai fisika, teknik, sampai sastra. Ada juga jurusan studi perempuan.
Di sana, mahasiswa jurusan apa pun awalnya harus mengambil mata kuliah yang satu ini: sastra kepahlawanan. Dua semester.
Bacaan wajib mata kuliah ini adalah Shahnameh –kisah raja-raja.
Itulah buku yang membentuk karakter orang Iran untuk tetap menjadi orang Parsi.

.jpeg)






































