Advokat Diminta Pisahkan Identitas Diri dengan Perkara demi Kesehatan Mental

2 days ago 54

Advokat Diminta Pisahkan Identitas Diri dengan Perkara demi Kesehatan Mental

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kegiatan Level Up Volume 16 bertajuk "Mental Health for Lawyer (Life Balance antara Profesionalitas Advokat, Kesehatan Fisik, Mental & Life Achievements)" yang digelar DPC Peradi Jakbar secara daring pada Selasa, (26/5). Dok: source for JPNN.

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog dari Ad Familia Indonesia Fitriana Ega Rachmawati menyebut advokat berpotensi mengalami tekanan psikologis akibat pekerjaan dari profesi yang dijalani serta berbagai tuntutan peran lainnya dalam hidup.

Hal tersebut dia sampaikan dalam Level Up Volume 16 bertajuk "Mental Health for Lawyer (Life Balance antara Profesionalitas Advokat, Kesehatan Fisik, Mental & Life Achievements)" gelaran DPC Peradi Jakbar secara daring pada Selasa, (26/5).

Menurut Ega, ada empat cara menjaga mental health bagi advokat, yang pertama memisahkan identitas diri dengan perkara. Dia menyebut perkara atau klien yang ditangani oleh advokat, tidak identik dengan personal advokat.

Advokat harus bisa menanggalkan profesinya ketika menjalankan peran lainnya, seperti menjadi orang tua, kakak, adik, atau peran-peran lainnya dalam kehidupan.

"Pasti ada roles-roles yang lain, di mana diri kita secara keseluruhan, saya itu siapa? Saya itu adalah roles-roles tersebut, bukan hanya advokat," ucapnya.

Lalu yang kedua membuat batasan psikologis. Advokat harus membuat batasan psikologis secara baik atau sehat. Pasalnya, jika tidak mempunyai itu, maka akan mudah terbawa arus.

Dia mencontohkan seorang advokat bisa membuat batasan psikologis, misalnya tidak harus selalu bisa dihubungi klien dalam waktu 24 jam ketika menangani satu perkara.

Pembatasan ini perlu dilakukan dengan meyesuaikan kapasitas diri karena manusia tidak hanya menjakankan satu peran dalam kehidupannya dan memerlukan waktu yang cukup.

Advokat diminta untuk dapat memisahkan identitas dirinya dengan perkara yang ditangani untuk menjaga kesehatan mental.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |