jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 1.142 perantau asal Jawa Tengah yang berada di wilayah Jawa Barat mengikuti program mudik gratis menuju kampung halaman. Para pemudik diberangkatkan menggunakan 23 armada bus dari Pangkalan Lanud Husein Sastranegara di Bandung pada Senin (16/3).
Program Mudik Gratis Jateng 2026 ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Jateng serta berbagai lembaga pendukung. Salah satu pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini adalah Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada para perantau agar dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Program mudik gratis ini kami hadirkan untuk membantu warga Jawa Tengah yang merantau agar bisa pulang kampung dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani biaya transportasi,” ujar pria yang karib disapa Gus Yasin itu.
Menurutnya, program ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalur mudik sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan selama arus mudik.
“Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas saat arus mudik serta meningkatkan keselamatan di jalan,” kata Tokoh Pemuda Nahdlatul Ulama tersebut.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya Farhan Djuniadji menjelaskan 23 armada bus yang digunakan berasal dari berbagai sumber bantuan.
Rinciannya terdiri atas 11 bus dari Baznas Jawa Tengah, tujuh bus dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, tiga bus dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, serta dua bus dari Baznas Banjarnegara.







































