jatim.jpnn.com - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla meresmikan Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (29/8).
Peresmian fasilitas yang berada di Gedung G lantai 4 Umsura tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas calon pekerja migran Indonesia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri.
Dzulfikar mengatakan Migrant Center Umsura memiliki potensi besar karena kampus tersebut memiliki rekam jejak yang baik di bidang kesehatan.
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang banyak membutuhkan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
"Hari ini saya bersama Pak Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, bersama Pak Kepala Balai BP3MI Jawa Timur mengunjungi Migrant Center yang dimiliki oleh Umsura. Kita tahu bersama bagaimana Umsura ini memiliki track record di bidang kesehatan, baik itu umum dan kesehatan masyarakat, sangat baik," ujar Dzulfikar.
Dia mengatakan berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, permintaan job order dari luar negeri untuk sektor kesehatan tergolong tinggi dalam tiga tahun terakhir.
Permintaan tersebut, kata Dzulfikar, diperkirakan masih akan meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Karena itu, keberadaan Migrant Center dinilai penting untuk menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kemampuan bahasa sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.






































