Waka MPR Ungkap Tantangan Realisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga

4 hours ago 24

Waka MPR Ungkap Tantangan Realisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan penerapan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga membutuh dukungan dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat.

“Upaya peningkatan kemampuan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya sangat penting untuk merealisasikan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga yang diinisiasi pemerintah,” kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 10 Maret 2026 merupakan bagian upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai karakter baik kepada generasi penerus melalui aktivitas sederhana seperti bercerita, berdialog, dan bermain bersama.

Menurut Lestari, konsistensi dalam penerapan program tersebut sangat penting untuk menghasilkan dampak positif yang diharapkan.

"Namun, tantangan untuk merealisasikan program tersebut juga tidak mudah," ungkap Rerie, sapaan akrabnya.

Rerie menyebut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 2.031 kasus pelanggaran hak anak terjadi sepanjang 2025, dengan ayah dan ibu kandung menjadi pelaku pelanggaran hak anak terbanyak.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaporkan 42,25 persen anak usia dini telah mengakses ponsel dan internet, tetapi tingkat pendampingan orang tua hanya sekitar 28,58 persen.

"Catatan itu menunjukkan masih ada indikasi lemahnya pola pengasuhan di lingkungan keluarga," ujar anggota Komisi X DPR itu.

Waka MPR Lestari Moerdijat mengingatkan Program Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga membutuhkan dukungan mengingat tantangan merealisasikannya tak mud

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |