jpnn.com, DENPASAR - Polresta Denpasar menyatakan foto viral yang menarasikan adanya aksi pocong begal di wilayah Monang Maning, Denpasar Barat, merupakan modus penyebaran hoaks menggunakan rekayasa AI.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena foto yang beredar luas di media sosial tersebut murni merupakan manipulasi gambar digital.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya di Denpasar, Senin mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan setelah informasi tersebut viral dan menimbulkan keresahan di masyarakat pada Sabtu (30/5).
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, dipastikan bahwa informasi mengenai adanya pocong begal di wilayah Monang Maning tidak benar. Foto yang beredar merupakan hasil rekayasa digital menggunakan teknologi AI," kata Adi Saputra.
Ia menjelaskan, polisi telah meminta keterangan dari tiga orang saksi yang masih berstatus di bawah umur, masing-masing berinisial N, D, dan B.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, saksi N mengaku pertama kali menerima informasi dan foto terkait dugaan pocong begal dari temannya berinisial D.
Informasi tersebut kemudian diunggah kembali ke akun Instagram miliknya sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat apabila kabar tersebut benar adanya.
Namun, unggahan tersebut justru menyebar dengan cepat dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.






































