jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sebanyak 803 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Tengah (Jateng) tercatat bekerja di kawasan Timur Tengah. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai PMI asal Jateng yang terdampak perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Ahmad Aziz mengatakan masih memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
“Sampai saat ini belum ada informasi terkait kondisi saudara-saudara kita di Timur Tengah, khususnya apakah ada kendala akibat eskalasi antara Iran dan Amerika. Nanti akan kami perbarui jika terdapat permasalahan,” ujarnya kepada JPNN.com, Senin (2/3).
Dia menjelaskan penempatan PMI di sektor pekerja rumah tangga atau domestic worker ke Timur Tengah telah diberlakukan moratorium sejak beberapa tahun lalu.
Untuk sekarang ini Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Timur Tengah bekerja di sektor formal dan kebanyakan laki-laki.
Sepanjang 2025, total penempatan PMI asal Jawa Tengah mencapai 62.276 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 35.944 orang bekerja di sektor formal. Menurut Aziz, terjadi pergeseran tren penempatan dari sektor informal ke sektor formal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Yang saat ini ada infotmal itu merupakan penempatan pada periode sebelumnya,” kata Aziz.
Berdasarkan data negara tujuan penempatan pada 2025, tujuh besar tujuan PMI asal Jateng adalah Taiwan, Hong Kong, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Turki.








































