jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Bupati Lumajang Indah Amperawati mengimbau aktivitas penambangan pasir di kawasan Gunung Semeru tidak dilakukan pada malam hari demi mengurangi risiko kecelakaan di wilayah rawan bencana.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang penambang pasir Veri Irawan (33) warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, yang tertimbun sisa material awan panas guguran (APG) Gunung Semeru saat bekerja di kawasan aliran lahar.
Korban sebelumnya melakukan aktivitas penambangan secara manual sejak Jumat (19/6) malam dan tertimbun material panas pada Sabtu (20/6) dini hari. Veri mengalami luka bakar serius hingga mencapai 80 persen dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu pagi.
"Aktivitas penambangan pasir di kawasan Gunung Semeru perlu memperhatikan batas waktu operasional yang aman," kata Indah dalam keterangannya, Minggu (21/6).
Menurut dia, pembatasan jam operasional merupakan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko akibat perubahan kondisi alam di kawasan aliran material vulkanik.
Dia menjelaskan aktivitas penambangan sebaiknya tidak dilakukan hingga malam hari karena kondisi lapangan lebih sulit dipantau. Selain itu, dinamika kawasan Semeru dapat berubah sewaktu-waktu akibat cuaca, pergerakan material, maupun potensi aliran lahar ketika terjadi hujan di wilayah hulu.
"Kami terus mengingatkan agar aktivitas penambangan memperhatikan waktu operasional yang aman. Hal itu penting agar para penambang memiliki ruang keselamatan yang lebih baik saat bekerja di kawasan rawan bencana Semeru," ujarnya.
Indah menilai aktivitas penambangan pada siang hingga sore hari memberikan kesempatan lebih besar bagi pekerja untuk mengenali perubahan kondisi lapangan karena tingkat visibilitas masih baik.





































