Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Ditemukan Lemas di Perkebunan Warga

1 day ago 16

Terpapar Asap Karhutla, Orangutan Ditemukan Lemas di Perkebunan Warga

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mengevakuasi menemukan seekor Orangutan jantan dewasa dalam kondisi lemas di perkebunan warga Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (31/8/2026) (Antara / HO : YIARI Kalbar)

jpnn.com - PONTIANAK - Tim Gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menemukan seekor orangutan jantan dewasa dalam kondisi lemas di perkebunan warga.

Orangutan yang diberi nama Sampurna itu diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti habitatnya selama beberapa hari.

Staf SKW I Ketapang BKSDA Kalimantan Barat Sarbandi mengatakan bahwa orangutan itu ditemukan di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Minggu (30/8) kemarin.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orangutan di sekitar perkebunan, kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orangutan tersebut dalam kondisi lemas," kata Sarbandi di Ketapang, Senin (31/8).

"Sampurna pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di sekitar perkebunan sawit milik masyarakat," tambahnya.

Sarbandi mengatakan kebakaran cukup parah terjadi di sekitar lokasi sehari sebelum proses penyelamatan. Saat tim tiba pada Minggu (30/8) pagi, asap masih terlihat cukup tebal sehingga diduga turut memengaruhi kondisi kesehatan Sampurna.

"Diduga akibat kebakaran hutan dan lahan, orangutan bergeser dari habitatnya dan kemudian berada di area perkebunan," tuturnya.

Sementara itu, Dokter hewan YIARI Komara menjelaskan paparan asap karhutla dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan satwa liar, terutama pada sistem pernapasan.

Orangutan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemas karena terpapar kabut asap akibat karhutla di Ketapang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |