Strategi Visual & Animasi Dinilai Efektif Tingkatkan Literasi Kesehatan Anak

9 hours ago 24

Strategi Visual & Animasi Dinilai Efektif Tingkatkan Literasi Kesehatan Anak

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Faris Budiman Annas, menilai karya visual dan animasi sangat efektif sebagai medium kampanye kesehatan bagi anak-anak. Foto dok. Tanoto Foundation

jpnn.com, JAKARTA - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Faris Budiman Annas menilai karya visual dan animasi sangat efektif sebagai medium kampanye kesehatan bagi anak-anak.

Salah satu contoh tentang kisah 'Popeye Si Pelaut' yang membekas kuat di ingatan generasi 1970–1990-an, termasuk di Indonesia. 

"Dari tubuh kurus menjadi berotot hanya dengan melahap sekaleng bayam. Meski tampak berlebihan, cerita animasi tersebut terbukti memberi dampak nyata," kata Faris, Jumat (13/2). 

Hal itu mendorong konsumsi bayam anak-anak Amerika Serikat pada era 1930-an, melonjak hingga 33 persen, sekaligus ikut menggerakkan ekonomi di tengah resesi besar Great Depression.

Fenomena ini dikenal sebagai The Popeye Principle, yakni bagaimana norma sosial tentang kesehatan dapat dibentuk melalui media populer. 

"Pesan kesehatan yang dikemas dalam bentuk visual dan animasi membuat anak-anak lebih mudah memahami tanpa merasa sedang diajari," ujar penerima beasiswa dari Tanoto Foundation itu. 

Pendekatan serupa kini makin lazim diterapkan. Serial animasi Upin dan Ipin, misalnya, digunakan untuk menyosialisasikan pencegahan Covid-19, sementara film Inside Out 2 mengangkat isu kesehatan mental dengan cara yang ringan dan emosional.

“Kami berikan literasi kesehatan dan gizi dalam format menarik seperti video animasi. Anak-anak tidak merasa bosan karena programnya dirancang sesuai usia mereka,” ucapnya.

Strategi visual dan animasi dinilai efektif meningkatkan literasi kesehatan anak karena lebih mudah dipahami.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |