jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengungkap sejumlah tantangan yang harus dihadapi NU dalam menentukan arah masa depan.
Menurut Gus Yahya, tantangan itu bermula dari makin cairnya batas identitas ke-NU-an di tengah masyarakat.
“Sekarang batas sosial, batas kultural sudah hilang semua, sudah lebur,” kata Gus Yahya dalam Bincang-Bincang Menjelang Muktamar Ke-35 NU: NU Masa Depan dan Masa Depan NU di Yayasan Talibuana Nusantara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (24/8).
Dia menjelaskan perubahan identitas tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah masyarakat muslim yang secara eksplisit mengaku sebagai warga NU.
Gus Yahya menyebut survei LSI Denny JA mencatat sekitar 27 persen populasi muslim mengidentifikasi diri sebagai NU pada 2005.
Angka itu disebut meningkat menjadi sekitar 56 persen pada 2023.
Sementara itu, survei pada 2024 yang dilakukan Hasanuddin Ali dari Survei Al-Farah menunjukkan angka 57,2 persen.
“Ini luar biasa. Bayangkan dalam waktu hanya 18 tahun,” ujar Gus Yahya.









































