jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dugaan kasus perundungan yang menimpa seorang siswa SMP di Kota Semarang berbuntut panjang. Korban yang berinisial KA kini disebut mengalami trauma berat hingga takut melihat toilet, lokasi tempat dugaan pengeroyokan terjadi.
Pendamping korban yang juga anggota DPRD Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo mengungkapkan kondisi psikologis korban masih terguncang setelah kejadian. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga, korban mengalami ketakutan setiap kali melihat toilet.
"Korban trauma kalau lihat toilet," kata Rahmulyo, Rabu (24/6).
Menurut dia, kejadian tersebut diduga berlangsung sekitar Maret atau April 2026. Saat itu korban disebut menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah siswa di toilet sekolah.
Rahmulyo menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh keluarga, para pelaku diduga memiliki peran berbeda saat kejadian berlangsung. Ada yang melakukan pemukulan, sementara lainnya bertugas mengawasi situasi sekitar.
Kasus tersebut sempat difasilitasi melalui mediasi oleh pihak sekolah. Namun, upaya penyelesaian itu tidak membuahkan hasil karena kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.
Keluarga korban kemudian memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian. Selain itu, mereka juga mengadu ke DPRD Kota Semarang untuk meminta pendampingan dan pengawalan kasus.
"Sudah laporan ke polisi dan masih berproses. Karena itu keluarga korban juga meminta bantuan pendampingan," ujar Rahmulyo.





































