jpnn.com, JAKARTA - Produsen motor listrik lokal, Alva, terus memperkuat posisinya di industri kendaraan listrik nasional.
Perusahaan itu tercatat telah menggelontorkan investasi lebih dari Rp1 triliun untuk membangun ekosistem motor listrik yang terintegrasi di Indonesia.
Investasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk pengembangan produk, tetapi juga mencakup sektor manufaktur, infrastruktur pengisian daya, teknologi, hingga layanan purnajual.
Chief Marketing Officer Alva Putu Swaditya Yudha mengatakan percepatan adopsi kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang lengkap, agar konsumen merasa nyaman menjadikan motor listrik sebagai kendaraan harian.
“Bagi Alva, membangun motor listrik tidak berhenti pada produk, tetapi juga mencakup manufaktur, teknologi, charging, layanan purnajual, hingga model kepemilikan yang memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujar Adit kepada wartawan.
Sejumlah investasi telah dikucurkan untuk pengembangan riset berbasis teknologi lokal dan perluasan jaringan layanan.
Saat ini, Alva telah memiliki 10 Alva Experience Center (AEC) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi produksi, Alva mengandalkan fasilitas manufaktur di Cikarang yang telah mengantongi berbagai sertifikasi, mulai dari ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, hingga sertifikasi Indonesia Industry 4.0 (INDI 4.0) dari Kementerian Perindustrian.








































