jatim.jpnn.com, SURABAYA - PT PELNI tengah berpacu melakukan peremajaan armada di tengah tantangan usia kapal yang semakin menua. Saat ini, sejumlah kapal penumpang yang melayani rute antarpulau telah beroperasi lebih dari 40 tahun, namun masih menjadi tulang punggung transportasi laut nasional.
Salah satunya adalah KM Kelimutu yang saat ini berusia 41 tahun. Kapal buatan Jerman tersebut masih aktif melayani penumpang dan menjadi salah satu armada yang diandalkan PELNI untuk menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Kondisi armada yang terus menua mendorong pemerintah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) guna mendukung program regenerasi kapal penumpang nasional.
Direktur Armada dan Teknik PT PELNI Kokok Susanto, mengatakan proses pembangunan tiga kapal baru kini telah memasuki tahap penyusunan desain. Konsultan perancang kapal juga telah ditunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
“Saat ini prosesnya masih desain. Konsultan sudah ditunjuk dan penyusunan desain diperkirakan memerlukan waktu sekitar 17 bulan sebelum masuk tahap pembangunan kapal,” kata Kokok saat mendampingi kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di KM Kelimutu, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (19/6).
Menurutnya, dukungan PMN yang dikucurkan pemerintah secara bertahap pada 2024 dan 2025 menjadi fondasi penting untuk mempercepat pembaruan armada.
“Target kami, tiga kapal baru tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun 2029,” ujarnya.
Saat ini PELNI mengoperasikan 26 kapal penumpang yang melayani berbagai rute di seluruh Indonesia. Kehadiran armada baru diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan pelayaran, kenyamanan penumpang, serta menjaga keberlanjutan layanan transportasi laut di tengah tingginya kebutuhan konektivitas antarpulau.





































