jpnn.com, JAKARTA - Lembaga riset independen di bidang ekonomi, politik, dan kebijakan publik, InFast Bestari, resmi diperkenalkan kepada publik.
Lembaga yang menghimpun akademisi, praktisi, teknokrat, pejabat publik hingga aktivis sosial itu berkomitmen menjadi jembatan antara dunia pengetahuan dan pengambilan kebijakan demi mendorong Indonesia yang maju, adil, dan beradab.
Direktur Eksekutif InFast Bestari Gede Sandra menegaskan lembaganya tidak hadir sebagai alat kekuasaan maupun oposisi yang hanya mengkritik pemerintah.
“Kami hadir bukan untuk menjadi alat kekuasaan, juga bukan oposisi yang sekadar mengkritik," ujar Gede, pada Jumat (19/6).
"InFast Bestari ingin menjadi mitra kritis yang menyajikan analisis berbasis bukti untuk membantu proses perumusan kebijakan publik yang benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak,” lanjutnya.
Menurut dia, InFast Bestari bakal aktif menggelar berbagai kegiatan riset, mulai dari Focus Group Discussion (FGD), penelitian, diseminasi hasil kajian hingga dialog kebijakan publik.
Kajian yang dilakukan tidak terbatas pada isu ekonomi, tetapi juga mencakup tata kelola sumber daya alam, reformasi birokrasi, kebijakan sosial hingga lingkungan hidup.
Sebagai agenda perdana, InFast Bestari menggelar FGD bertajuk Pergeseran Orientasi Ekonomi Indonesia: Kapitalisme Negara di Bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran.








































