jpnn.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kabut asap yang melanda sejumlah wilayah. Selain operasi modifikasi cuaca (OMC), pemerintah bersama masyarakat juga menggelar salat istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, doa dan usaha harus berjalan beriringan untuk menghadapi kondisi udara yang terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Deru, pelaksanaan OMC hingga kini telah dilakukan sebanyak 54 kali penyemaian garam untuk memicu pertumbuhan awan hujan. Upaya tersebut dilakukan siang dan malam.
Berdasarkan perkiraan BMKG, pada 1 hingga 4 September terdapat potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
"Alhamdulillah, hujan jatuh di Sumatera Selatan. Kebetulan di titik-titik tersebut bukan hots atau fire spot," ujar Deru, Kamis (3/9/2026).
Deru menyebut, hujan yang turun baik dalam volume besar maupun kecil, mulai memberikan dampak terhadap kondisi udara. Salah satunya terlihat dari membaiknya jarak pandang serta berkurangnya bau asap di sejumlah wilayah.
"Insya Allah, dengan keikhlasan seluruh masyarakat Sumsel yang diikuti Forkopimda kabupaten dan kota, kita bermunajat memohon kepada Allah untuk diberikan hujan hingga kondisi yang tidak nyaman ini segera berakhir," sebut Deru.
Di Tengah kondisi tersebut, Deru mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi pada September.









































