jpnn.com, JAKARTA - Kondisi perkebunan karet rakyat Indonesia yang terus mengalami tekanan menjadi perhatian serius Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO).
Direktur Eksekutif DPP APKARINDO, Kaharuddin menyampaikan advokasi kebijakan kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman.
APKARINDO meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan keberlangsungan perkebunan karet rakyat nasional.
Kaharuddin menjelaskan sektor karet rakyat saat ini berada dalam kondisi kritis akibat berbagai persoalan yang terjadi secara berkelanjutan, mulai dari rendahnya harga jual karet, menurunnya produktivitas tanaman, usia tanaman yang semakin tua, hingga lemahnya dukungan terhadap penguatan kapasitas dan kelembagaan petani.
“Perkebunan karet rakyat saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah,” ujar Kaharuddin dalam keterangannya, Kamis (3/9).
Sebagai bagian dari upaya penyelamatan sektor karet rakyat, DPP APKARINDO menyampaikan beberapa usulan kebijakan kepada Kementerian Pertanian melalui sinergi bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Kaharuddin menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang dihadapi petani saat ini adalah rendahnya harga karet rakyat.
Di Kabupaten Ciamis misalnya, harga karet masih berada pada kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram, kondisi yang berdampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.









































