jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah tengah mencari berbagai alternatif negara pemasok bahan baku plastik.
Ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri di tengah tekanan rantai pasok global.
Budi menjelaskan selama ini bahan baku utama biji plastik berupa nafta banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah.
Namun, kondisi global membuat pengapalan menjadi lebih panjang dan kompetisi antarnegara untuk memperoleh bahan tersebut makin ketat.
"Jadi memang plastik itu, bahan bakunya untuk biji plastik itu kan selama ini, nafta itu dari Timur Tengah. Sekarang kami sudah dapat alternatif dari Afrika, India, dan Amerika," ujar Budi di Jakarta, Kamis (16/4).
Budi menuturkan gangguan logistik global menyebabkan distribusi bahan baku menjadi lebih lambat.
Di saat yang sama, banyak negara juga berebut pasokan nafta atau bahan baku plastik, sehingga mempengaruhi ketersediaan di dunia.
Selain itu, dia menyebut sejumlah negara produsen plastik kini lebih memprioritaskan kebutuhan domestik.








































