Puncak Arus Mudik Terlewati, 150 Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Nagreg

5 hours ago 14

Jumat, 20 Maret 2026 – 13:45 WIB

Puncak Arus Mudik Terlewati, 150 Ribu Kendaraan Melintas di Jalur Nagreg - JPNN.com Jabar

Kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Nagreg - Cikaledong yang mengarah ke Garut/Tasikmalaya. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jabar.jpnn.com, KABUPATEN BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyatakan puncak arus mudik di jalur selatan Nagreg sudah terlewati pada H-2 Lebaran atau Kamis (19/3/2026) malam.

Berdasarkan data dishub, hingga pukul 00.00 WIB terhitung ada 150.716 kendaraan yang melintas di jalur Nagreg sejak pagi hari. Angka ini meningkat di bandingkan tahun lalu dengan periode yang sama, yakni 142.620 kendaraan.

"Sudah bisa kami pastikan tadi malam memang menjadi puncak arus mudik. Di mana setelah tadi malam frekuensi kendaraan yang melintas Nagreg sudah berangsur menurun. Sebagian masyarakat ada yang merayakan Hari Raya Idulfitri hari ini juga. Jadi sudah dapat dipastikan beberapa masyarakat sudah berada di kampung halaman," kata Eric saat dihubungi, Jumat (20/3).

Eric menjelaskan, pada H-2 Lebaran terjadi peningkatan volume kendaraan di Jalan Raya Nagreg. Sampai dengan pukul 08.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas sudah mencapai 68 ribu, dan puncaknya terjadi pada malam hari tadi.

"Sampai pukul 24.00 WIB, jumlah kendaraan yang melintas sampai 150 ribu kendaraan. Ini melebihi H-3 kemarin yang hanya 137 ribu kendaraan dan melebihi puncak arus mudik 2025 pada H-2 dengan jumlah 142 ribu kendaraan," ujarnya.

Ia juga melaporkan, volume kendaraan di jalur Nagreg sejak pagi hari di H-1 Lebaran ini sudah melandai. Terbaginya Hari Raya Idulfitri, membuat masyarakat sudah pulang kampung lebih dulu.

"Sampai dengan pukul 08.00 (hari ini) baru 24.285 kendaraan yang melintas. Ini menang karena Lebaran ada yang hari ini, dan masih ada yang besok," pungkasnya. (mcr27/jpnn)

Puncak arus mudik di jalur selatan Nagreg sudah terlewati pada H-2 Lebaran atau Kamis (19/3/2026). Hari ini volume kendaraan cenderung menurun.

Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
| | | |