jpnn.com, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan fenomena Godzilla El Nino atau El Nino ekstrem menyebabkan kenaikan suhu yang signifikan, kekeringan, serta penurunan kualitas udara.
Menurut dia, hal itu terjadi secara bersamaan dan saling memperburuk dampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Suhu yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi, tetapi juga memperberat penyakit kronis seperti jantung dan paru,” ucap Ani, pada Kamis (16/4).
Pada saat yang sama, kualitas udara juga diprediksi menurun, termasuk peningkatan partikular halus, berkontribusi terhadap lonjakan kasus ISPA.
“El Nino akan menjadi risiko yang berdampak pada kesehatan terutama pada populasi rentan (anak-anak dan lansia),” kata dia.
Dia mengungkapkan ada tiga risiko yang mungkin terjadi, yakni dehidrasi, gangguan pernapasan, dan penyakit kulit.
Dehidrasi pada orang yang terpapar langsung dengan suhu udara yang tinggi dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Selanjutnya, kemarau panjang dapat menyebabkan polusi udara yang meningkat, sehingga memperburuk kondisi pernapasan, seperti asma dan penyakit saluran pernapasan lainnya.








































