jpnn.com - JAKARTA - Poltracking Indonesia menilai penguatan checks and balances melalui kehadiran oposisi parlemen serta harmonisasi hubungan presiden dan wakil presiden menjadi kunci utama memulihkan kepercayaan publik.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih berada di angka 63,2 persen. “Ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik," ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (31/8/2026).
Survei yang dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan 1.220 responden, mencatat tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada di angka 55,1 persen. Hanta mengatakan tren kepuasan publik Agustus 2026 cenderung menurun dibandingkan periode survei Juli 2026.
Hanta menilai tersumbatnya kanal penyaluran aspirasi di lembaga legislatif menjadi pemicu utama menguatnya gerakan politik ekstraparlemen yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Dia menekankan keberadaan partai oposisi yang kritis terhadap pemerintah dinilai penting oleh 58,5 persen publik.
"Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik," ujar Hanta.
Dia pun menyarankan Presiden Prabowo mempertimbangkan kebijakan strategis dengan membiarkan partai-partai yang tidak memberikan dukungan penuh tetap berada di luar pemerintahan. Keberadaan PDIP dengan 110 kursi, NasDem 69 kursi, dan PKS 53 kursi sebagai kekuatan penyeimbang akan menghidupkan kembali fungsi checks and balances yang sehat dan demokratis.
Kehadiran oposisi parlemen yang memiliki total 232 kursi tersebut justru menjadi wadah formal yang elegan untuk menyerap serta menyalurkan suara kritis masyarakat. Hanta menilai postur koalisi pendukung pemerintah dengan kepemilikan 348 kursi sudah cukup ideal dalam mengamankan kebijakan pemerintah.
Selain itu, harmonisasi kepemimpinan antara presiden dan wapres menjadi kunci utama dalam membangun stabilitas politik dan kepercayaan masyarakat. Hanta menekankan presiden dan wakil presiden perlu secara konsisten menampilkan gestur kekompakan serta soliditas dalam setiap agenda publik.







































