jpnn.com - Derbi DIY kembali naik ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia. Duel PSIM Yogyakarta kontra PSS Sleman pada Super League 2026/2027 diprediksi bakal menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra tak ragu mengungkapkan keinginannya agar duel penuh gengsi tersebut bisa dimainkan dengan kehadiran suporter di stadion.
Bagi Huistra, atmosfer penonton menjadi bagian penting dari sebuah pertandingan derbi. Namun, dia juga memahami keputusan mengenai boleh atau tidaknya suporter hadir bukan berada di tangannya.
"Kalau terserah saya, ya pasti (dengan suporter). Namun, tentu saja pihak kepolisian dan Bupati. Keputusan akhir selalu ada di tangan mereka," ujar Huistra, Selasa (11/8/2026).
Menurut pelatih asal Belanda tersebut, pihak berwenang memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pertandingan berlangsung aman. Untuk itu, apa pun keputusan yang nantinya diambil harus tetap dihormati seluruh pihak.
"Dan mereka bertanggung jawab atas keselamatan semua orang. Jadi apa pun yang mereka putuskan, harus kita hormati," tegasnya.
Huistra menyebut pertemuan melawan PSIM sebagai derbi yang sesungguhnya setelah kedua tim kembali berada di kompetisi kasta tertinggi.
"Ya, tahun ini kita punya derby yang sesungguhnya. Jadi ini selalu menjadi pertandingan yang spesial. Kita harus siap untuk laga ini, tentu saja," kata Huistra.








































