Pidato Saat Hari Lahir Pancasila, Hasto: Sikap Kritis Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

12 hours ago 18

 Sikap Kritis Tak Bisa Dihadapi dengan Represi

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni oleh DPP PDIP di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6). Dokumentasi DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut sikap kritis menjadi wajud rakyat mencintai Indonesia, sehingga tak perlu disikapi aksi penindasan oleh aparat negara. 

Hal demikian dikatakan dia saat berpidato dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6).

"Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," ujar Hasto di hadapan ratusan peserta upacara, Senin.

Dia mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni bukan saatnya bernostalgia, tetapi perlu mempertanyakan kehidupan demokrasi di Indonesia. 

Menurut Hasto, esensi nilai Pancasila seharusnya terwujud dalam keseharian rakyat, terutama jaminan atas kemerdekaan dari rasa takut dan kebebasan berpendapat.

"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada Tanah Air," kata alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu.

Hasto mengingatkan kemanusiaan yang adil dan beradab tidak pernah tegak selama kekuasaan menutup mata terhadap pembungkaman hak-hak sipil.

Dia pun menyoroti watak kondisi hukum dan aparat negara yang bergeser dari melindungi warga secara adil.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyebut esensi nilai Pancasila seharusnya berbicara terkait kemerdekaan dari rasa takut.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |