jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut sikap kritis menjadi wajud rakyat mencintai Indonesia, sehingga tak perlu disikapi aksi penindasan oleh aparat negara.
Hal demikian dikatakan dia saat berpidato dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Halaman Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin (1/6).
"Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," ujar Hasto di hadapan ratusan peserta upacara, Senin.
Dia mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni bukan saatnya bernostalgia, tetapi perlu mempertanyakan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Menurut Hasto, esensi nilai Pancasila seharusnya terwujud dalam keseharian rakyat, terutama jaminan atas kemerdekaan dari rasa takut dan kebebasan berpendapat.
"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada Tanah Air," kata alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu.
Hasto mengingatkan kemanusiaan yang adil dan beradab tidak pernah tegak selama kekuasaan menutup mata terhadap pembungkaman hak-hak sipil.
Dia pun menyoroti watak kondisi hukum dan aparat negara yang bergeser dari melindungi warga secara adil.






































