jatim.jpnn.com, KEDIRI - Persik Kediri gagal meraih hasil positif pada turnamen pramusim internasional Piala Gubernur Malaka di Malaysia. Macan Putih menelan dua kekalahan tanpa mampu mencetak satu gol pun dalam turnamen yang digelar pada 14 dan 18 Agustus 2026 tersebut.
Pada laga perdana, Persik Kediri dihajar klub papan atas Liga Kamboja, Phnom Penh Crown, dengan skor telak 0-4. Ezra Walian dan kawan-kawan kembali gagal meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya. Persik takluk tipis 0-1 dari Jurong FC yang merupakan klub Liga Singapura.
Hasil tersebut membuat Persik Kediri harus puas menempati posisi juru kunci turnamen. Kegagalan di Malaysia menjadi bahan evaluasi bagi skuad asuhan Marcos Reina sebelum menghadapi kompetisi Super League 2026/27 yang dijadwalkan bergulir pada awal September mendatang.
Gelandang Persik Kediri Zanadin Fariz mengatakan turnamen tersebut memberikan banyak pengalaman bagi dirinya dan rekan-rekannya.
Menurut dia, Persik mendapat kesempatan mengukur kesiapan tim dengan menghadapi klub-klub dari negara lain di kawasan Asia Tenggara.
"Turnamen yang sangat bagus bagi kami. Karena Persik Kediri melawan tim-tim kuat dari Asia Tenggara. Ini baik juga untuk para pemain yang akan berlaga di kompetisi negaranya," kata Zanadin dikutip dari laman i.league.id, Sabtu (22/8).
Pemain yang didatangkan Persik Kediri dari Persis Solo itu menilai hasil minor di Malaysia harus menjadi bahan evaluasi sebelum kompetisi resmi dimulai. Menurut dia, setiap pemain kini mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki.
"Ya, bagus untuk kami sebagai pemain. Tiap pemain tahu apa yang harus diperbaiki. Begitu juga bagi tim Persik Kediri," ujarnya.





































