jpnn.com, JAKARTA - Persib Bandung kembali mendapat panggung untuk menunjukkan kualitasnya di level Asia Tenggara.
Namun, di balik kebanggaan tampil pada ASEAN Club Championship (ACC) 2026/20227, Maung Bandung dihadapkan pada tantangan besar yang tidak bisa dianggap remeh.
Status sebagai juara Super League 2025/2026 mengantarkan Persib menjadi wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia Tenggara bersama Borneo FC Samarinda. Kesempatan ini menjadi bukti konsistensi prestasi Persib dalam beberapa musim terakhir.
Namun, tampil di ASEAN Club Championship juga berarti Persib harus siap menjalani musim yang jauh lebih melelahkan. Jadwal pertandingan yang semakin padat berpotensi menjadi ujian berat bagi Marc Klok dkk untuk menjaga performa tetap stabil sepanjang musim.
Persib tak hanya dituntut bersaing di kompetisi domestik, tetapi juga harus menghadapi klub-klub terbaik dari Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, hingga Filipina yang memiliki ambisi sama untuk menjadi penguasa Asia Tenggara.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyebut keikutsertaan Persib di ASEAN Club Championship merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
"Merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi Persib untuk kembali mendapatkan kesempatan mewakili Indonesia di kompetisi regional," ujar Adhitia, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, kompetisi regional seperti ASEAN Club Championship akan menjadi sarana penting bagi Persib untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing klub.






































