jpnn.com, JAKARTA - Penertiban tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung mulai memberikan dampak positif.
Perbaikan itu berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto memerintahkan operasi besar-besaran untuk menertibkan sekitar 1.000 tambang ilegal dan menutup jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung. Operasi yang melibatkan TNI, Polri, dan Bea Cukai tersebut mulai dijalankan sejak September 2025.
Analis BRI Danareksa Andhika Audrey menilai penertiban aktivitas pertambangan timah ilegal memberikan dampak positif bagi industri.
Sat ini, penertiban secara bertahap kembali masuk ke ekosistem formal.
Menurut Andhika, kondisi itu memberikan ruang bagi TINS untuk mengamankan pasokan bijih dari wilayah konsesinya sekaligus meningkatkan utilisasi fasilitas produksi serta kepercayaan investor terhadap industri pengelolaan timah Nasional.
“Dampaknya mulai terlihat dari kenaikan produksi, volume penjualan, serta perbaikan margin TINS," kata Andhika.
Seperti diketahui, kinerja PT Timah Tbk (TINS) pada Semester I-2026 menanjak.
TINS membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,71 triliun. Angka tersebut melonjak lebih dari 9x lipat dibandingkan Rp 300,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu.








































