Pemerintah Masih Melakukan Validasi Data untuk Pembatasan Pertalite

6 hours ago 20

Pemerintah Masih Melakukan Validasi Data untuk Pembatasan Pertalite

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi Pertalite untuk masyarakat masih menunggu validitas data. Ilustrasi Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi Pertalite untuk masyarakat masih menunggu validitas data.

“Masih dikaji. Karena apa? Kami ingin subsidi itu harus tepat sasaran. Nah, salah satu cara untuk membuat tepat sasaran, data kami harus valid,” ujar Bahlil di Jakarta, Senin (31/8).

Bahlil menyampaikan ketepatan data desil tersebut yang saat ini sedang diperiksa oleh pemerintah.

Ia berharap, melalui ketepatan data pembagian desil masyarakat, tujuan pemerintah agar penyaluran pertalite tepat sasaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah direncanakan.

“Jangan sampai harapan kami baik, tetapi ternyata dalam implementasinya, karena datanya tidak valid, membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kami,” ujar Bahlil.

Pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp 210,1 triliun, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 318,9 triliun.

Sedangkan, apabila digabung dengan kompensasi, maka anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah untuk ketahanan energi sebesar Rp 381,3 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pembatasan subsidi BBM untuk desil 10 dapat menghemat sekitar 10 persen dari anggaran subsidi energi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pembatasan penyaluran BBM bersubsidi Pertalite untuk masyarakat masih menunggu validitas data.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |