Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Kelas Menengah Pascakenaikan Harga Pertamax

2 hours ago 18

Pemerintah Diminta Jaga Daya Beli Kelas Menengah Pascakenaikan Harga Pertamax

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Politisi PKS Mulyanto meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan BBM subsidi pascakenaikan harga Pertamax beberapa saat lalu. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politisi PKS Mulyanto meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan BBM subsidi pascakenaikan harga Pertamax beberapa saat lalu.

Mulyanto memperkirakan beberapa bagian dari masyarakat yang selama ini menggunakan BBM non-subsidi akan migrasi menggunakan BBM bersubsidi, karena kenaikan terbilang besar. 

Anggota Komisi Energi, DPR RI periode 2019-2024 ini menjelaskan kenaikan harga BBM non-subsidi oleh Pertamina adalah konsekuensi dari dinamika harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Namun, pemerintah dan Pertamina tidak boleh hanya fokus pada penyesuaian harga, melainkan juga harus mengantisipasi dampak lanjutan yang muncul di masyarakat.

“Salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah migrasi konsumen dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi,” ungkap Mulyanto dikonfirmasi JPNN, Sabtu (13/6).

Menurut dia, selisih harga antara Pertamax dan Pertalite makin lebar, sebagian pengguna kendaraan akan terdorong untuk beralih menggunakan BBM yang lebih murah.

Mulyanto menyebut jika migrasi ini terjadi dalam skala besar, maka konsumsi BBM subsidi akan meningkat dan beban subsidi/kompensasi energi yang ditanggung negara berpotensi membengkak. 

“Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan upaya pemerintah menjaga kesehatan APBN di tengah berbagai tekanan fiskal yang ada," kata Mulyanto.

Politisi PKS Mulyanto meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan permintaan BBM subsidi pascakenaikan harga Pertamax beberapa saat lalu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |