Pejabat Penting di Pertamina Minta Harga Pertamax Diturunkan

3 hours ago 30

Pejabat Penting di Pertamina Minta Harga Pertamax Diturunkan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meminta agar jajarannya untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax, per Juli 2026. Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meminta agar jajarannya untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax, per Juli 2026.

Hal ini Iriawan katakan setelah dirinya memberi masukan strategis kepada jajaran direksi lantaran harga minyak dunia telah mengalami penurunan harga.

“Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi, manajemen (Pertamina) untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang sudah mulai turun,” kata Iriawan saat ditemui di Jakarta, Jumat (26/6).

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada perdagangan pagi ini berada di level USD 71,533 per barel.

Kemudian, harga acuan perdagangan minyak mentah Brent hari ini berada di level USD 74,835 per barel.

Oleh karena itu, Iriawan mengatakan pihaknya akan melakukan diskusi lebih jauh dengan jajaran direksi Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait potensi penyesuaian harga BBM nonsubsidi.

"Yang pastinya nanti akan berkomunikasi dengan kemudian ESDM untuk bisa menurunkan harga minyak nanti,” ujar Iriawan.

Sebagai informasi, harga BBM nonsubsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. 

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan meminta agar jajarannya untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi, yakni Pertamax, per Juli 2026.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |