jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan 08 (PP-BP 08) Syafrudin Budiman, SIP mengkritik keras munculnya gagasan kabinet bayangan (shadow cabinet) yang dibentuk oleh kalangan oposisi.
Menurutnya, dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia, kritik merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, tidak seharusnya berkembang menjadi narasi yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan kepercayaan publik terhadap perekonomian.
Syafrudin menegaskan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ini sedang fokus menjalankan agenda Asta Cita sebagai fondasi pembangunan nasional.
Berbagai program strategis telah berjalan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Barisan Pembaharuan 08 menilai energi bangsa saat ini seharusnya diarahkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan nasional, bukan membangun polemik politik yang berpotensi menurunkan optimisme masyarakat dan dunia usaha," ujar Syafrudin dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, berbagai indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang tetap terjaga.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada jalur positif, inflasi relatif terkendali, investasi terus mengalir, serta berbagai lembaga internasional masih memberikan prospek yang stabil terhadap perekonomian Indonesia.
Kondisi tersebut merupakan modal penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui implementasi program-program Asta Cita.











































