jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia melepas ekspor perdana 28 ton lidi sawit ke China di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6).
Lidi sawit yang diekspor berasal dari perkebunan kelapa sawit di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Produk tersebut dikumpulkan dan diolah oleh petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP.
ASPEKPIR menggandeng PT Arra Setya Abadi sebagai eksportir yang akan memasarkan produk tersebut ke pasar internasional.
Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP melalui Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat mengatakan pihaknya sejak lama mendorong pemanfaatan produk samping dan limbah kelapa sawit agar memiliki nilai tambah ekonomi.
Menurut dia, BPDP bersama ASPEKPIR telah menggelar berbagai workshop dan kegiatan diseminasi sejak 2024, untuk memperkenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kapasitas petani.
“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujar Anwar dikutip JPNN.com, Sabtu (20/6).
Rangkaian pelatihan produksi lidi sawit telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat.
BPDP menilai lidi sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari bahan baku ekspor hingga produk kerajinan UMKM.








































