jpnn.com, GARUT - PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran pupuk bersubsidi melalui program Pilar Tani.
Kegiatan bertajuk 'Pilar Tani: Evaluasi Administrasi dan Sosialisasi Kebijakan Penyaluran Pupuk Bersubsidi' tersebut digelar di Kabupaten Garut, Jumat (28/8).

Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid, mengatakan Pilar Tani menjadi wadah untuk mengevaluasi proses penyaluran sekaligus menyamakan pemahaman mengenai kebijakan terbaru.
Forum ini juga digunakan untuk menggali kendala di lapangan dan mencari langkah perbaikan bersama.
“Dalam kegiatan ini kami juga meminta masukan untuk mengidentifikasi kendala yang terjadi di lapangan, sehingga kami bisa merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan ketepatan dan akuntabilitas penyaluran pupuk bersubsidi,” ujar Robby.
Robby menegaskan semua ini dilakukan untuk memastikan pupuk bersubsidi disalurkan dengan tepat.
Dia mengungkapkan hingga 27 Agustus 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut mencapai 64.551,75 ton atau 55,21 persen dari total alokasi 116.941,70 ton.








































