jpnn.com - JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Museum Nasional di Jakarta Pusat pada Senin (2/3/2026). Dalam kunjungan pada momentum Ramadan itu, Presiden ke-8 RI tersebut melihat-lihat berbagai koleksi Museum Nasional dan meninjau ruang pamer.
Tampak mendampingi Presiden Prabowo, antara lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabunet Teddy Indra Wijaya. Putra tunggal Prabowo, Didit Hediprasetyo, juga terlihat menyertai ayahnya melihat-lihat koleksi Museum Nasional sembari ngabuburit itu.
Menurut siaran pers Kementerian Kebudayaan, Presiden Prabowo dalam kunjungan itu melihat ruang pamer bertema Sejarah Awal Indonesia yang menampilkan koleksi Java Man (Manusia Jawa). Fosil manusia purba yang direpatriasi dari Belanda itu kini menjadi bagian dari narasi penting sejarah manusia purba di Indonesia.
Selain itu Presiden juga melihat koleksi benda purbakala di Taman Arca dan mengunjungi pameran fotografi bertajuk Negeri Elok yang merepresentasikan perjalanan sejarah serta kekayaan budaya Indonesia.
“Presiden senang sekali dengan penataan baru Museum Nasional Indonesia, termasuk pameran sejarah awal peradaban dan pameran Negeri Elok. Presiden berharap museum-museum di daerah juga bisa ditata kembali,” ujar Fadli.
Menteri berlatar belakang sejarawan itu menilai kunjungan Presiden Prabowo ke Museum Nasional merupakan bentuk dukungan tegas terhadap peran museum sebagai institusi edukatif dan kultural yang strategis. Fadli menyebut kunjungan itu juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional.
Lebih lanjut Fadli menyatakan Presiden Prabowo mengharapkan museum-museum di daerah juga bisa ditata kembali. Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya (MCB) terus berupaya menghadirkan ruang inklusif, edukatif, dan relevan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem permuseuman nasional sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.
“Kita harus memodernisasi pengelolaan museum dan situs sejarah di Indonesia. Sepanjang 2025, Kementerian Kebudayaan telah melakukan revitalisasi terhadap 152 cagar budaya dan museum di seluruh wilayah Indonesia untuk memperkuat pelindungan warisan budaya nasional,” ujar Fadli. (jpnn.com)












































