bali.jpnn.com, DENPASAR - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) milik PT. Pelindo di Pasanggaran Denpasar kemarin (22/5) menegaskan bahwa penanganan permasalahan sampah harus dilakukan secara bersinergi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.
“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Mantan Pangdam IX/Udayana ini menyatakan keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD di antaranya tanpa investasi pemerintah, mengelola sampah lama, tidak perlu subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.
“Yang perlu didukung oleh pemerintah, yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ujarnya.
Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Nani Hendiarti menyampaikan Perpres 109/2025 memayungi kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi yakni menjadi Listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi serta Produk ikutan lainnya.
“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurang? kedaruratan sampah di Denpasar dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” ucap Nani Hendiarti.
Menurut Nani Hendiarti, Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama lokasi lainnya, seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang.



































