jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan dan menyelamatkan tiga anakan buaya sinyulong (tomistoma schlegelii) yang baru menetas di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Ketiga anakan buaya yang oleh masyarakat lokal Dayak Kanayatn/Ahe disebut “Baringayong” tersebut masing-masing berukuran sekitar 33 sentimeter.
Menurut Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak Syarief Iwan Taruna Alkadrie mengatakan bahwa sebaran buaya sinyulong di Kalbar sebelumnya lebih banyak teridentifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang.
“Temuan anakan yang baru menetas di wilayah Mempawah mengonfirmasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies ini,” ujar Iwan dalam siaran pers resmi di Jakarta, Senin (31/8).
Penyelamatan bermula dari laporan masyarakat mengenai telur buaya yang menetas di sekitar permukiman nelayan, serta adanya indikasi satwa tersebut akan diperdagangkan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak turun ke lapangan untuk melakukan konfirmasi dan pengumpulan bahan serta keterangan.
Berdasarkan evaluasi klinis awal secara daring bersama dokter hewan spesialis, kondisi ketiga anakan buaya secara umum cukup baik.
Namun, pada bagian ventral abdomen masih ditemukan sisa kantung kuning telur (yolk sac) yang berisiko memicu infeksi apabila tidak mendapatkan perawatan yang tepat.








































