jpnn.com, JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi secara berulang setiap tahun menjadi sorotan serius.
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyebutkan situasi ini berpotensi memberikan dampak negatif jangka panjang bagi perekonomian Indonesia.
Ketidakpastian kondisi lingkungan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modal di sektor strategis.
Reputasi komoditas unggulan Indonesia di pasar internasional berisiko merosot jika standar keberlanjutan terganggu oleh kebakaran lahan.
"Bencana berulang berpotensi menurunkan kepercayaan investor global terhadap komoditas dan iklim investasi nasional," tutur Esther kepada jpnn, Senin (31/8).
Esther menekankan masalah karhutla berpotensi menciptakan efek berantai (multiplier effect) yang merugikan ekonomi lokal.
Dari sisi sektor rill, dia menyebut terdapat kerugian nyata dari hilangnya hasil hutan non-kayu dan kerusakan infrastruktur.
"Serta tekanan pada sektor pertanian dan perkebunan akibat kekeringan," ujarnya.








































