jogja.jpnn.com, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman menggelar acara sarasehan bersama perwakilan suporter dari Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania di Pendopo Omah PSS, Kamis malam (27/08). Kegiatan tersebut dilakukan untuk membangun transparansi dan hubungan yang harmonis dengan para suporter, menjelang bergulirnya kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.
Forum yang dipandu oleh Vita Subiyakti selaku Executive Representative (ER) PSS itu menjadi ruang dialog terbuka bagi manajemen untuk menjawab langsung berbagai kritik, masukan, dan aspirasi yang selama ini disuarakan suporter.
Berbagai topik krusial dibahas hangat, mulai dari kesiapan tim, fasilitas klub, pengembangan usia muda, komersialisasi, hingga pembenahan tata kelola internal klub.
Sarasehan itu dihadiri jajaran penting PSS Sleman. Dari jajaran direksi PT PSS, hadir Yoni Arseto dan Serena K. Ferdinandus.
Sektor teknis diwakili oleh Manajer PSS Sleman Agus Purwoko, pelatih kepala Pieter Huistra bersama asisten pelatih Ansyari Lubis, serta perwakilan pemain utama, seperti Cleberson, Fachruddin, Gustavo Tocantins, dan Riko Simanjuntak. Jajaran kepala departemen dan tim operasional first team juga turut hadir berdiskusi langsung dengan suporter.
Manajemen menegaskan bahwa berbagai saran dan kritik suporter tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi masuk dalam agenda pembenahan bertahap PSS Sleman.
Direktur PT PSS Serena K. Ferdinandus mengungkapkan perkembangan positif perizinan Home Ground Training PSS yang kini sudah berproses di tingkat pemerintah pusat.
“Langkah ini diambil demi menghadirkan fasilitas latihan yang representatif dan berkelanjutan bagi tim,” katanya dalam keterangan pers, Senin (31/8).





































