jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, tetapi dibayangi volatilitas tinggi dan risiko aksi profit taking (ambil untung).
Pengamat pasar modal Reydi Octa menyatakan bahwa peluang rebound masih terbuka lebar selama tidak ada sentimen negatif baru dari dalam maupun luar negeri.
Pergerakan indeks diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan positif.
Selama tidak ada sentimen negatif baru dari tingkat domestik maupun global, menurutnya, peluang IHSG bergerak rebound (berbalik menguat) masih terbuka.
“Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai aksi profit taking (ambil untung) setelah penguatan signifikan, sehingga pergerakan IHSG kemungkinan masih akan bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan positif,” ujar Reydi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Reydi melihat saat ini investor asing (foreign investor) masih cenderung bersikap hati-hati dan belum sepenuhnya agresif masuk ke pasar saham Indonesia.
Meski tekanan jual mulai mereda, menurutnya, investor asing cenderung masih mencermati stabilitas kurs rupiah, arah suku bunga global, serta perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.
“Fokus asing saat ini lebih banyak pada saham-saham likuid dengan fundamental kuat,” ujar Reydi.






































