jpnn.com, JAKARTA - Pasar modal Indonesia tercatat menghimpun lebih dari Rp 125 triliun selama semester I-2026.
Selain itu, jumlah investor pasar modal di Tanah Air juga telah mencatatkan pencapaian signifikan dengan mencapai angka 28 juta investor.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung menilai pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan cukup baik di tengah berbagai tantangan global, meskipun sempat mengalami dinamika naik turun akhir-akhir ini.
Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh pemangku kepentingan tidak boleh cepat berpuas diri atas pencapaian tersebut.
"Namun, kita juga tidak boleh berpuas diri," kata Juda di kantor BEI, Jakarta Selatan, Senin (10/8).
Juda menekankan pentingnya pengembangan pasar modal juga harus fokus pada penambahan keanekaragaman instrumen keuangan yang tersedia.
Selain itu, upaya lanjutan berupa perluasan basis investor agar partisipasi masyarakat semakin merata.
Peningkatan likuiditas serta penguatan tata kelola pasar modal juga menjadi agenda penting yang harus terus dijalankan secara konsisten.









































