jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkit penutupan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur (Jatim) memiliki konsekuensi ekonomi yang harus dihitung pemerintah.
Sebab, kata dia, TNBTS menjadi satu destinasi wisata unggulan dan penutupan mawasan nisa memengaruhi sektor pariwisata.
“Bromo merupakan ekosistem ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada jip wisata, homestay, penginapan, perdagangan, kuliner, pemandu wisata, hingga transportasi," kata Puan kepada awak media, Senin (10/8).
Diketahui, akses wisata ke TNBTS ditutup total imbas karhutla yang terjadi di kawasan hingga mencapai 720 hektare.
Puan pun meminta pemerintah segera melakukan asesmen dampak ekonomi penutupan kawasan terhadap rumah tangga dan pelaku usaha lokal.
"Apabila penutupan berlangsung panjang, dukungan pemerintah dapat diarahkan secara presisi ke kelompok yang benar-benar kehilangan sumber pendapatan,” kata cucu Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno itu.
Puan mengingatkan masyarakat yang ikut menjaga TNBTS menjadi kelompok pertama terdampak dari penutupan kawasan.
“Jangan sampai masyarakat yang selama ini ikut menjaga dan menopang pariwisata Bromo justru menjadi pihak yang menanggung beban ekonomi paling besar dari bencana ini,” kata dia.









































