jpnn.com - JAKARTA - Hani Khumaira si pemeran Euis dalam ajang musikal Pasar Dangdoet: Semesta Berdendank di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (4/4) mencuri perhatian.
Karakter Euis tak hanya kuat gegara vokal, tetapi juga karena penghayatan yang terasa kena seolah penonton tak sedang menonton akting, melainkan melihat potongan kehidupan nyata di atas panggung.
Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Hani si gadis berdarah Minang ini menunjukkan kualitas yang jauh melampaui usianya.
Putri dari Lisda Hendrajoni dan Hendrajoni ini tampak mewarisi darah seni dari sang ibu yang sempat dikenal sebagai penyanyi religi.
Bakat itu bukan muncul tiba-tiba, ia sudah terbukti sejak SMP saat menjuarai lomba menyanyi di Al-Azhar dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Vocal Group Rawdha Voice.
Kini, langkahnya makin serius. Selain aktif sebagai mahasiswi di Jakarta, Hani saat ini tergabung dalam Godslave Management dibawah naungan selebritis Atta Halilintar mulai kebanjiran tawaran peran film.
Pada panggung Semesta Berdendank, ia bukan sekadar pendatang baru. Cewek cantik ini tampil seperti bintang utama yang siap bersinar lebih besar.
Di balik penampilannya yang memukau, Hani mengaku ada rasa bangga sekaligus haru bisa berdiri di panggung sebesar Teater Jakarta. Baginya, tampil di Taman Ismail Marzuki bukan hanya soal pertunjukan, tetapi juga sebuah pencapaian dari proses panjang yang dia jalani.








































